A Cara berpakaian B. Sastra dan arsitektur C. Cara makan dan minum D. Hewan-hewan peliharaan E. Teknologi telekomunikasi Jawaban: B. Sastra dan arsitektur 3. Perkembangan Kebudayaan Hindu-Buddha sudah berlangsung sangat lama dan meluas di seluruh Kepulauan Indonesia. Kebudayaan yang sangat monumental adalah mulai dikenalnya
Kedua saat islamisasi Samudra Pasai, Gujarat masih merupakan Kerajaan Hindu. Baca Juga : Materi Sejarah Wajib SMA Kelas 10 Semester Genap Jaringan Perdagangan Antarpulau. 2. Teori Persia Materi Sejarah Wajib SMA Kelas 10 Semester Genap Bab 3 Islamiasi dan Silang Budaya di Nusantara. 4. Teori India. Teori ini dikemukakan oleh Thomas W
Termasukjuga para pedagang dan pelayar dari wilayah Arab, India, dan juga kawasan Cina, mereka telah terbiasa berdagang, berlayar dan lalu lalang di wilayah Nusantara. Pertemuan berbagai bangsa telah membawa pengaruh (saling pengaruhi) agama dan Budaya. Jaman Hindu dan Budha (sekitar abad 4 M) masuklah pengaruh Hindu dan Budha.
Islamisasidan Silang Budaya di Nusantara. Kedatangan Islam ke Nusantara mempunyai sejarah yang panjang. Satu di antaranya adalah tentang interaksi ajaran Islam dengan masyarakat di Nusantara yang kemudian memeluk Islam. Lewat jaringan perdagangan, Islam dibawa masuk sampai ke lingkungan istana.
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Terdapat berbagai pendapat mengenai proses masuknya Islam ke Kepulauan Indonesia, terutama perihal waktu dan tempat asalnya. Pertama, sarjana-sarjana Barat—kebanyakan dari Negeri Belanda—mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Kepulauan Indonesia berasal dari Gujarat sekitar abad ke-13 M atau abad ke-7 H. Kedua, Hoesein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari Persia Iran sekarang.Pendapatnya didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, seperti yang berkembang dalam tradisi tabot di Pariaman di Sumatra Barat dan Bengkulu. Ketiga, Buya Hamka Haji Abdul Malik Karim Amrullah mengatakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahirannya, yaitu Arab atau Mesir. Proses ini berlangsung pada abad pertama Hijriah atau abad ke-7 M. Daftar IsiIslam dan Jaringan Perdagangan Antar PulauIslam Masuk Istana RajaKerajaan Islam di SumateraKerajaan Samudra PasaiKesultanan Aceh DarussalamKerajaan-kerajaan Islam di RiauKerajaan Islam di JambiKerajaan Islam di Sumatera SelatanKerajaan Islam di Sumatera BaratKerajaan Islam di JawaKerajaan DemakKerajaan MataramKesultanan BantenKesultanan CirebonKerajaan Islam di KalimantanKerajaan Islam di SulawesiKerajaan Islam di Maluku UtaraKerajaan Islam di PapuaKerajaan Islam di Nusa TenggaraJaringan Keilmuwan di NusantaraAkulturasi dan Perkembangan Budaya IslamProses Integrasi Nusantara Islam dan Jaringan Perdagangan Antar Pulau Berita Tome Pires dalam Suma Oriental 1512-1515 memberikan gambaran mengenai keberadaan jalur pelayaran jaringan perdagangan, baik regional maupun menceritakan tentang lalu lintas dan kehadiran para pedagang di Samudra Pasai yang berasal dari Bengal, Turki, Arab, Persia, Gujarat, Kling, Malayu, Jawa, dan Siam. Selain itu Tome Pires juga mencatat kehadiran para pedagang di Malaka dari Kairo, Mekkah, Aden, Abysinia, Kilwa, Malindi, Ormuz, Persia, Rum, Turki, Kristen Armenia, Gujarat, Chaul, Dabbol, Goa, Keling, Dekkan, Malabar, Orissa, Ceylon, Bengal, Arakan, Pegu, Siam, Kedah, Malayu, Pahang, Patani, Kamboja, Campa, Cossin Cina, Cina,Lequeos, Bruei, Lucus, Tanjung Pura, Lawe,Bangka, Lingga, Maluku, Banda, Bima, Timor,Madura, Jawa, Sunda, Palembang, Jambi,Tongkal, Indragiri, Kapatra, Minangkabau, Siak,Arqua, Aru, Tamjano, Pase, Pedir, dan Maladiva. Berdasarkan kehadiran sejumlahpedagang dari berbagai negeri dan bangsa diSamudra Pasai, Malaka, dan bandar-bandardi pesisir utara Jawa sebagaimana diceritakanTome Pires, dapat disimpulkan adanya jalur-jalur pelayaran dan jaringanperdagangan antara beberapa kesultanan diKepulauan Indonesia baik yang bersifat regionalmaupun internasional. Islam Masuk Istana Raja Kerajaan Islam di Sumatera Sejak awal kedatangan Islam, Pulau Sumatra termasuk daerah pertama dan terpenting dalam pengembangan agama Islam di demikian mengingat letak Sumatra yang strategis dan berhadapan langsung dengan jalur perdangan dunia, yakni Selat Malaka. Kerajaan Samudra Pasai Samudra Pasai diperkirakan tumbuh berkembang antara tahun 1270 dan 1275, atau pertengahan abad ke-13 M. Kerajaan ini terletak lebih kurang 15 km di sebelahtimur Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Kesultanan Aceh Darussalam Kesultanan Aceh Darussalam didirikan kurang lebih pada tahun 1496 M. Sesuai namanya, kerajaan ini terletak di wilayah yang paling terkenal dari kesultanan ini adalah Sultan Iskandar Muda. Kerajaan-kerajaan Islam di Riau Kerajaan Islam yang ada di Riau dan Kepulauan Riau menurut berita Tome Pires antaralain Kerajaan Kampar, Indragiri, dan Siak. Kerajaan Islam di Jambi Kerajaan Islam di Jambi terbentuk kurang lebih pada pertengahan abad ke-15 M. Kerajaan Islam di Sumatera Selatan Sejak Kerajaan Sriwijaya mengalami kelemahan bahkan runtuh sekitar abad ke-14, mulailah proses Islamisasi sehingga pada akhir abad ke-15 muncul komunitas Muslim di Palembang. Secara resmi, kerajaan islam di Sumatera Selatan yang bernama Kesultanan Palembang. Kerajaan ini didirikan pada sekitar tahun 1659 M. Kerajaan Islam di Sumatera Barat Islam yang datang dan berkembang di Sumatra Barat diperkirakan pada akhir abad ke-14 atau abad 15, sudah memperoleh pengaruhnya di kerajaan besar Minangkabau. Kerajaan Islam di Jawa Berdasarkan catatan sejarah,I slam itu sudah lama masuk ke Pulau Jawa, jauh sebelum bangsa Barat menjejakkan kaki di pulau ini. Untuk lebih jelasnya marilah kita paparkan sekelumit kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa. Kerajaan Demak Kerajaan Demak berdiri sekitar tahun 1500 M. Ketika masa kejayaannya, kekuasaan Kerajaan Demak meliputi Pesisir Jawa bagian tengah dan timur, Palembang, Jambi, dan beberapa daerah di Kalimantan. Raja yang paling terkenal dari kerajaan ini adalah Raden Fatah. Kerajaan Mataram Kerajaan Mataram berdiri sekitar tahun 1587 M. Pada masa jayanya, kerajaan ini menyatukan sebagian pulau Jawa, Madura, dan Sukadana. Raja yang paling terkenal adalah Mas Rangsang atau yang lebih dikenal Sultan Agung Kesultanan Banten Kesultanan Banten berdiri sekitar 1526 M. Kerajaan ini terletak di bagian barat Pulau yang terkenal adalah Sultan Ageng Tirtayasa. Kesultanan Cirebon Kesultanan Cirebon berdiri sekitar tahun 1400-an. Kesultanan Cirebon terletak di perbatasan Jawa Barat dan Jawa yang terkenal dari kerajaan ini adalah Syarif Hidayatullah. Kerajaan Islam di Kalimantan Di samping Sumatra dan Jawa, ternyata di Kalimantan juga terdapat beberapa kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Di antara kerajaan Islam itu adalah Kesultanan Pasir, Kesultanan Banjar, Kesultanan Kotawaringin, Kerajaan Pagatan, Kesultanan Sambas, Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Berau, Kesultanan Sambaliung, Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Pontianak, Kesultanan Tidung, dan Kesultanan Bulungan. Kerajaan Islam di Sulawesi Di daerah Sulawesi juga tumbuh kerajaan-kerajaan bercorak kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi tidak terlepas dari perdagangan yang berlangsung ketika ini adalah beberapa kerajaan Islam di Sulawesi di antaranya Gowa-Tallo, Bone, Wajo dan Soppeng, dan Kesultanan Buton. Kerajaan Islam di Maluku Utara Di daerah Maluku Utara terdapat dua kerajaan besar bercorak Islam, yakni Ternate dan kerajaan ini terletak di sebelah barat Pulau Halmahera, Maluku kerajaan itu pusatnya masing-masing di Pulau Ternate dan Tidore, tetapi wilayah kekuasaannya mencakup sejumlah pulau di Kepulauan Maluku dan Papua. Kerajaan Islam di Papua Sumber-sumber sejarah menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Papua sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, berdasarkan bukti sejarah terdapat sejumlah kerajaan-kerajaan Islam di Papua, yakni Kerajaan Waigeo, Kerajaan Misool, Kerajaan Salawati, Kerajaan Sailolof, Kerajaan Fatagar, Kerajaan Rumbati terdiri dari Kerajaan Atiati, Sekar, Patipi, Arguni, dan Wertuar, Kerajaan Kowiai Namatota, Kerajaan Aiduma, Kerajaan Kaimana. Kerajaan Islam di Nusa Tenggara Kehadiran Islam ke daerah Nusa Tenggara antara lain ke Lombok diperkirakan terjadi sejak abad ke-16 yang diperkenalkan Sunan Perapen, putra Sunan Giri. Islam masuk ke Sumbawa kemungkinan datang lewat Sulawesi, melalui dakwah para mubalig dari Makassar antara 1540-1550. Kemudian berkembang pula kerajaan Islam antara lain Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Bima. Jaringan Keilmuwan di Nusantara Sebagai agama yang paripurna, islam pun mengatur persoalan pendidikan. Bahkan dalam sejarahnya, islam sangat memperhatikan persoalan ini. Buktinya Sultan-sultan di Indonesia mendanai kegiatan-kegiatan di mereka juga mendatangkan para ulama, baik dari mancanegara, terutama Timur Tengah, maupun dari kalangan ulama pribumi ulama yang kemudian juga difungsikansebagai pejabat-pejabat negara, bukan saja memberikan pengajaran agama Islam di masjid-masjid negara, tetapi juga di istana sultan dan pejabat tinggi rupanya juga menimba ilmu dari para halnya yang terjadi di Kerajaan Islam Samudera Pasai dan Kerajaan Malaka. Berkembangnya pendidikan dan pengajaran Islam, telah berhasilmenyatukan wilayah Nusantara yang sangat luas. Dua hal yangmempercepat proses itu yaitu penggunaan aksara Arab dan bahasaMelayu sebagai bahasa pemersatu lingua franca. Semua ilmu yangdiberikan di lembaga pendidikan Islam di Nusantara ditulis dalamaksara Arab, baik dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa Melayuatau Arab itu disebut dengan banyak sebutan, sepertihuruf Jawi di Melayu dan huruf pegon di Jawa.Luasnya penguasaanaksara Arab ke Nusantara telah membuat para pengunjung asal Eropake Asia Tenggara terpukau oleh tingginya tingkat kemampuan bacatulis yang mereka jumpai. Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam Masuknya islam juga menjadikan adanya proses akulturasi kebudayaan, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya corak islam dalam beberapa sisi kebudayaan, antara lain Seni BangunanSeni UkirAksara dan Seni SastraKesenian Kalender Proses Integrasi Nusantara Integrasi suatu bangsa adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya integrasi akan melahirkan satu kekuatan bangsa yang ampuh dan segala persoalan yang timbul dapat dihadapi bersama-sama. Proses integrasi bangsa ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain Peranan Para UlamaPeran Perdagangan Antar PulauPeran Bahasa.
0% found this document useful 0 votes76 views28 pagesOriginal TitleIslamisasi dan Silang Budaya di © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes76 views28 pagesIslamisasi Dan Silang Budaya Di NusantaraOriginal TitleIslamisasi dan Silang Budaya di to Page You are on page 1of 28 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 8 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 13 to 26 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Soal Sejarah Indonesia X Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara Lengkap 1 Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan tambahan referensi soal latihan mata pelajaran Sejara Indonesia materi islamisasi dan silang budaya di nusantara. adapun yang menjadi fokus materi dalam soal latihan materi islamisasi dan silang budaya di nusantara yaitu a. Awal mula penyebaran Islam di Indonesia b. Perkembangan tradisi islam dari abad ke 15 sampai abad ke 18 c. Faktor-faktor pendukung perkembangan agama Islam di Indonesia Soal latihan sejarah materi islamisasi dan silang budaya di nusantara terdiri dari dua jenis, yaitu soal pilihan ganda dan soal esai. berikut soal latihan sejarah materi islamisasi dan silang budaya di nusantara. Soal Pilihan Ganda Materi Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara 1. Hal berikut ini merupakan alasan agama Islam bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat nusantara, kecuali . . . a. islam bersifat universal dan dinamis b. islam sama dengan ajaran lain c. dalam islam tidak ada paksaan d. dalam agama islam tidak ada yang namanya kasta e. agama islams sesuai dengan fitrah manusia 2. Dalam pertengahan abad ke XVIII terdapat empat kerajaan besar yang ada di nusantara, yaitu 1 Aceh – Sultan Iskandar Muda 2 Mataram – Sultan Agung 3 Makassar – Sultan Hasannuddin 4 Banten – Sultan Agung Tirtayasa Peranan kerajaan-kerajaan Islam tersebut pada abad ke XVIII adalah sebagai berikut, kecuali … a. merupakan potensi kekuatan untuk menentang penjajahan bangsa barat b. merupakan keraaan-kerajaan nasional di Nusantara yang berdaulat dan merdeka c. pusat perdagangan dan pusat penyebaran Islam d. merupakan kerajaan-kerajaan Islam yang mendukung kolonialisme dan imperialisme barat e. merupakan kerajaan maritim yang menguasai di perairan Nusantara 3. Berikut ini yang merupakan salah satu media penyebaran agama Islam di Indonesia yaitu … a. komunikasi para pedagang b. pertukaran rempah-rempah c. pelayaran dan perdagangan d. pertemuan di pusat-pusat pelayaran 4. Adanya upacara Tabut di Sumatera Barat mendukung salah teori yang mengemukakan bahwa Islam di nusantara di bawa oleh orang-orang … 5. Manakah di antara pernyataan di bawah ini yang tepat terkait masuknya Islam ke Indonesia? a. peran kerajaan Cina sangat penting dalam penyebarluasan Islam dalam periode awalnya b. kerajaan Majapahit berjasa dalam menyebarluaskan Islam di tanah Jawa c. Islam masuk ke nusantara dengan cara penaklukan d. Islam masuk ke Indonesia sejak abad ke VII e. proses penyebaran Islam berjalan secara bertahap 6. Di antara pilihan berikut ini, manakah yang bukan saluran penyebaran agama Islam di Nusantara adalah … 7. Salah satu metode yang digunakan dalam penyebaran Islam paling sering dijumpai adalah melalui metode … 8. Adanya kenyataan jika kesultanan-kesultanan Islam Nusantara selalu berawal dari wilayah-wilayah pesisir menjelaskan kuatnya penyebaran Islam melalui saluran … 9. Cara yang dianggap paling tepat untuk menyebarluaskan Islam ke daerah-daerah terpencil adalah melalui saluran … 10. Wali sembilan atau wali songo yang terkenal aktif berdakwah melalui saluran kesenian adalah … a. sunan muria, sunan kalijaga, dan sunan gunung jati b. sunan ampel, sunan bonang, dan sunan muria c. sunan giri, sunan kalijaga, dan sunan bonang, d. sunan kudus, sunan ampel, dan sunan bonang e. sunan gunung jati, sunan kudus, dan sunan ampel 11. Diantara pilihan-pilihan berikut ini, bentuk kesenian manakah yang bukan merupakan saluran penyebaran agama Islam? 12. Salah satu walisanga yang menyebarkan Islam di wilayah Jawa barat adalah … 13. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah … a. berdasarkan makam Malik Al Saleh dapat disimpulkan bahwa agama Islam masuk dari Mesir b. agama Islam pertama kali diperkenalkan oleh pedagang-pedagang Indonesia yang aktif berdagang di India c. Berdasarkan makam Malik Ibrahim, dapat disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke II d. agama Islam masuk ke Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh pedagang-pedagang Indonesia yang aktif berdagang di India e. agama Islam juga dikenal melalui media seni wayang oleh sunan Bonang 14. Salah satu budaya yang digunakan oleh sunan kalijaga dalam berdakwah adalah … a. menggunakan ilmu kesaktian c. pertunjukkan wayang kulit d. mendirikan pondok pesantren e. bertapa di tepi sungai 15. Teori yang mengemukakan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia berasal dari gujarat didasarkan pada … a. penaklukan bangsa gujarat terhadap bangsa Hindu di Indonesia b. ramainya perdagangan antarpelabuhan di Indonesia dengan Benggala c. bentuk bangunan masjid d. nisan beberapa raja Islam Indonesia yang bercorak khas Gujarat e. ditemukannya bekas pemukiman orang Gujarat di Nusantara Soal Esai Materi Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara 1. Apakah bukti sejarah yang menyetujui cina sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara termasuk Indonesia 2. Sebutkan golongan pedagang yang pertama kali datang di nusantara ! 3. Apakah makna dari kata sufi? Jelaskan ! 4. Sebutkan tiga pusat kerajaan Islam pada abad ke 15 yang berkembang ajaran Islamnya ! 5. Apakah isi berita Cina yang berasal dari zaman Tang ? Demikian latihan soal sejarah materi islamisasi dan silang budaya di nusantara. Semoga bisa memberi manfaat bagi para pembaca. apabila pembaca belum puas, silahkan baca juga Sumber Buku Pendamping Sejarah Indonesia karya Utami MS, Solo CV HaKa MJ
Hai teman-teman! Apa kabarnya? Penulis harap kamu tetap semangat mengikuti pelajaran via daring ya. Hari ini kita akan melanjutkan materi Sejarah Indonesia kelas 10 bab 3 mengenai Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara. Apakah kamu sudah siap? Eits, jangan lupa siapkan buku catatan untuk menulis berbagai informasi penting di rangkuman ini ya. Yuk, langsung scroll ke rangkuman di bawah. Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara Sumber A. Kedatangan Islam ke Nusantara Sarjana-sarjana Barat—kebanyakan dari Negeri Belanda—mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Kepulauan Indonesia berasal dari Gujarat sekitar abad ke-13 M atau abad ke-7 H. Pendapat ini mengasumsikan bahwa Gujarat terletak di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Pedagang Arab yang bermahzab Syafi’i telah bermukim di Gujarat dan Malabar sejak awal tahun Hijriyah abad ke-7 M. Orang yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan para pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia Timur. B. Islam dan Jaringan Perdagangan Antarpulau Dari sumber literatur Cina, Cheng Ho mencatat terdapat kerajaan yang bercorak Islam atau kesultanan, antara lain, Samudra Pasai dan Malaka yang tumbuh dan berkembang sejak abad ke-13 sampai abad ke-15. Sementara itu, Ma Huan juga memberitakan adanya komunitas-komunitas Muslim di pesisir utara Jawa bagian timur. C. Islam Masuk Istana Raja 1. Kerajaan Islam di Sumatra Sejak awal kedatangan Islam, Pulau Sumatra termasuk daerah pertama dan terpenting dalam pengembangan agama Islam di Indonesia. Dikatakan demikian mengingat letak Sumatra yang strategis dan berhadapan langsung dengan jalur perdangan dunia, yakni Selat Malaka. a. Samudra Pasai Samudra Pasai diperkirakan tumbuh berkembang antara tahun 1270 hingga 1275, atau pertengahan abad ke-13. b. Kesultanan Aceh Darussalam Pada 1520 Aceh berhasil memasukkan Kerajaan Daya ke dalam kekuasaan Aceh Darussalam. Tahun 1524, Pedir dan Samudera Pasai ditaklukkan. Kesultanan Aceh Darussalam di bawah Sultan Ali Mughayat Syah menyerang kapal Portugis di bawah komandan Simao de Souza Galvao di Bandar Aceh. c. Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau Kerajaan Islam yang ada di Riau dan Kepulauan Riau menurut berita Tome Pires 1512-1515 antara lain Siak, Kampar, dan Indragiri. Kerajaan Kampar, Indragiri, dan Siak pada abad ke-13 dan ke-14 dalam kekuasaan Kerajaan Melayu dan Singasari-Majapahit d. Kerajaan Islam di Jambi Berdasarkan temuan-temuan arkeologis kemungkinan kehadiran Islam di daerah Jambi diperkirakan dimulai sejak abad ke-9 atau abad ke-10 sampai abad ke-13. e. Kerajaan Islam di Sumatra Selatan Sejak Kerajaan Sriwijaya mengalami kelemahan bahkan runtuh sekitar abad ke-14, mulailah proses Islamisasi sehingga pada akhir abad ke-15 muncul komunitas Muslim di Palembang. f. Kerajaan Islam di Sumatra Barat Islam di daerah Lampung tidak akan dibicarakan karena daerah ini sudah sejak awal masuk kekuasaan Kesultanan Banten, karena itu yang akan dibicarakan pada bagian ini ialah Kerajaan Islam di Sumatra Barat. Mengenai masuk dan berkembangnya Islam di daerah Sumatra Barat masih sukar dipastikan. 2. Kerajaan Islam di Jawa a. Kerajaan Demak Para ahli memperkirakan Demak berdiri tahun 1500. Sementara Majapahit hancur beberapa waktu sebelumnya. Menurut sumber sejarah lokal di Jawa, b. Kerajaan Mataram Setelah Kerajaan Demak berakhir, berkembanglah Kerajaan Pajang di bawah pemerintahan Sultan Hadiwijaya. c. Kesultanan Banten Kerajaan Banten berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukkan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan. d. Kesultanan Cirebon Menurut berita Tome Pires sekitar 1513 diberitakan Cirebon sudah termasuk ke daerah Jawa di bawah kekuasaan Kerajaan Demak. 3. Kerajaan-Kerajaan Islam di Kalimantan a. Kerajaan Pontianak Kerajaan-kerajaan yang terletak di daerah Kalimantan Barat antara lain Tanjungpura dan Lawe. b. Kerajaan Banjar Banjarmasin Kerajaan Banjar Banjarmasin terdapat di daerah Kalimantan Selatan yang muncul sejak kerajaan-kerajaan bercorak Hindu yaitu Negara Dipa, Daha, dan Kahuripan yang berpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai. 4. Kerajaan-Kerajaan Islam di Sulawesi a. Kerajaan Gowa-Tallo Kerajaan Gowa-Tallo sebelum menjadi kerajaan Islam sering berperang dengan kerajaan lainnya di Sulawesi Selatan, seperti dengan Luwu, Bone, Soppeng, dan Wajo. b. Kerajaan Wajo Berita tentang tumbuh dan berkembangnya Kerajaan Wajo terdapat pada sumber hikayat lokal. 5. Kerajaan-Kerajaan Islam di Maluku Utara Kepulauan Maluku menduduki posisi penting dalam perdagangan dunia di kawasan timur Nusantara. Mengingat keberadaan daerah Maluku ini maka tidak mengherankan jika sejak abad ke-15 hingga abad ke-19 kawasan ini menjadi wilayah perebutan antara bangsa Spanyol, Portugis dan Belanda. Kerajaan Ternate Pada abad ke-14 dalam kitab Negarakartagama, karya Mpu Prapanca tahun 1365 M menyebut Maluku dibedakan dengan Ambon yaitu Ternate. 6. Kerajaan-Kerajaan Islam di Papua Sumber-sumber sejarah menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Papua sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, berdasarkan bukti sejarah terdapat sejumlah kerajaan-kerajaan Islam di Papua, yakni 1 Kerajaan Waigeo 2 Kerajaan Misool 3 Kerajaan Salawati 4 Kerajaan Sailolof 5 Kerajaan Fatagar 6 Kerajaan Rumbati terdiri dari Kerajaan Atiati, Sekar, Patipi, Arguni, dan Wertuar 7 Kerajaan Kowiai Namatota 8 Kerajaan Aiduma 9 Kerajaan Kaimana. 7. Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusa Tenggara a. Kerajaan Lombok dan Sumbawa Selaparang merupakan pusat kerajaan Islam di Lombok di bawah pemerintahan Prabu Rangkesari. b. Kerajaan Bima Bima merupakan pusat pemerintahan atau kerajaan Islam yang menonjol di Nusa Tenggara dengan nama rajanya yang pertama masuk Islam ialah Ruma Ta Ma Bata Wada yang bergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. D. Jaringan Keilmuan di Nusantara Ketika Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran dalam bidang politik, tradisi keilmuannya tetap berlanjut. Samudera Pasai terus berfungsi sebagai pusat studi Islam di Nusantara. Namun, ketika Kerajaan Malaka telah masuk Islam, pusat studi keislaman tidak lagi hanya dipegang oleh Samudera Pasai. E. Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam Beberapa contoh bentuk akulturasi akan ditunjukkan pada paparan berikut. 1. Seni Bangunan Masjid dan menaraMakam 2. Seni Ukir, ada seni kaligrafi yang membentuk orang, binatang, atau wayang. 3. Aksara dan Seni Sastra HikayatBabad mirip dengan hikayatSyair berasal dari perkataan ArabSuluk 4. Kesenian Permainan debusSeudatiWayang 5. Kalender F. Proses Integrasi Nusantara 1. Peranan Para Ulama dalam Proses Integrasi Agama Islam yang masuk dan berkembang di Nusantara mengajarkan kebersamaan dan mengembangkan toleransi dalam kehidupan beragama. Islam mengajarkan persamaan dan tidak mengenal kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat 2. Peran Perdagangan Antarpulau Sejak awal abad ke-16 di Jawa berkembang Kerajaan Demak dan beberapa bandar sebagai pusat perdagangan. Di kepulauan Indonesia bagian tengah maupun timur juga berkembang kerajaan dan pusat-pusat perdagangan. Dengan demikian, terjadi hubungan dagang antardaerah dan antarpulau. 3. Peran Bahasa Bahasa merupakan sarana pergaulan. Bahasa Melayu digunakan hampir di semua pelabuhan-pelabuhan di Kepulauan Nusantara. Daftar Pustaka Restu Gunawan, Amurwani Dwi Lestariningsih, dan Sardiman. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud This post was last modified on Agustus 31, 2021 641 pm
rangkuman islamisasi dan silang budaya di nusantara